KUNJUNGAN PAGELARAN PENTAS SENI DAN DRAMA MAHASISWA PGMI ANGKATAN 21

KUNJUNGAN PAGELARAN PENTAS SENI DAN DRAMA MAHASISWA PGMI ANGKATAN 21


Senin, 12 Juni 2023, Mahasiswa/i PGMI angkatan 2021 telah mempersembahkan pagelaran seni drama dan tari yang bernama "Tripantara". Yaitu dengan mementaskan sebuah cerita rakyat di tanah jawa yang diantaranya adalah Ande-Ande Lumut, Joko Tarub, dan Timun Mas.

Kegiatan berkolaborasi dengan UIN Raden Mas Said, Universitas PGRI Yogyakarta dan Universitas Al Ma'ata. Setiap masing masing instansi memberikan delegasi terbaiknya untuk diikutsertakan menampilkan penampilan terbaiknya.
Dalam sebuah drama tersebut yang pertama yaitu cerita rakyat dari Jawa Timur Ande-ande lumut, awal kisal berawal dari seorang janda miskin yang memiliki anak laki-laki tampan yang tidak mau menikah karena belum menemukan kecocokan hatinya untuk dinikahinya, kemudian di adakan sebuah sayembara, barang siapa yang mampu melabuhi hati Ande-ande lumut maka dia akan menjadi istrinya, kemudian dari desa sebrang ada empat gadis yang cantik, yaitu Kleting Merah, Kleting Biru, Kleting Hijau, dan Kleting Kuning. Keempat gadis tersebut ada satu yang selalu diperbudak oleh saudari-saudarinya yaitu Kleting Kuning, Akhirnya ketika mendapat kabar ada sayembara tentang Ande-ande lumut seorang pemuda yang tampan dan bijaksana, akhirnya keempat gadis tersebut mengikuti sayembara tersebut. Akhir cerita yang dipilih oleh Ande-ande lumut adalah Kleting Kuning, karena pada waktu melewati rawa-rawa ada Yuyu Kangkang yang bau nya sangat menyengat Kleting Kuning tidak mau berpelukan karena Kleting Kuning tau nanti akan ikut bau jikalau berpelukan dengan Yuyu Kangkang. Setelah itu Ande-ande Lumut mengatakan inilah Calon Istriku. Kemudian Ande-ande Lumut berubah menjadi seorang Pangeran. Rupanya, ia adalah Pangeran Inu Kertapati yang tengah menyamar. Akhirnya keduanya menikah dan hidup dengan bahagia.
Drama kedua yaitu Cerita Rakyat dari Jawa Tengah Jaka Tarub, seorang pengembala hewan yang sangat tampan dan perkasa. Di suatu hari Jaka Tarub memburu hewan namun selalu melesat, kemudian dia mendengan orang mandi di sungai, setelah di lihat ternyata ada beberapa sosok bidadari yang sangat cantik jelita. Kemudian Jaka Tarub bermaksud untuk mengambil Selendangnya bidadari tersebut yaitu Nawang Wulan. Setelah diambil karena Nawang Wulan ga bisa ikut saudari-saudarinya akhirnya dia kebingungan dan tidak bisa ikut ke kayangan. Sosok Jaka Tarub dengan percaya dirinya menawarkan diri untuk membantu dan membawa pulang ke rumah, dan izin kepada ibunya untuk di nikahilah Nawang Wulan. Jaka Tarub dan Nawang Wulan dikaruniai dua anak laki-laki dan Perempuan. Beberapa tahun kemudian Nawang Wulan menemukan selendangnya di lemari Jaka Tarub, akhirnya Nawang Wulan marah besar dan meminta untuk berpisah kepada Jaka Tarub, kemudian Nawang Wulan kembali Ke kayangan. Dan selalu memantau anak-anaknya.
Cerita Terakhir yaitu Cerita Rakyat dari Jawa Tengah yakni Timun Emas. Sebuah kisah seorang sepasang suami istri yang bertahun tahun tidak memiliki anak, akhirnya ada seorang nenek yang memberikan sebuah biji ajaib, karena telah memberikan makan. Nenek tersebut janji akan kembali dua belas tahun lagi. Kemudian biji ajaib tersebut di tanam di depan rumah dan setelah kemudian hari, biji tersebut berbuah yaitu Timu Emas, akhirnya timun tersebut dibelah dan keluarlah Bayi. Kemudian bayi tersebut diberikan Nama Timun Emas. Setelah dua belas tahun nenek tersebut kembali dan menanyakan bayi tersebut, namun sepasang kekasih tersebut tidak mau memberikannya, dan nenek tersebut janji akan ada raksasa besar yang akan menyantap Timun Emas. Singkat cerita ada nenek-nenek lagi yang berbeda memberikan sebuah jimat yang diberikan kepada Timun Emas, untuk memberikan penyelamatan kepada Timun emas. Akhirnya Raksasa besar tersebut mati di bunuh langsung oleh Timun Emas, dan bahagialah keluarga dari Sepasang Suami Istri itu dan Timun Emas.
Selamat kepada Kawan-kawan Mahasiswa PGMI angkatan 2021 yang telah mempersembahkan Pagelaran Pentas Seni dan Tari.