GRAND OPENING DEMA FITK DAN KULIAH UMUM

Pada Hari kamis tanggal 21 Maret 2022. DEMA FITK mengadakan acara Grand Opening Dema FITK dan Kuliah Umum. Acara tersebut wajib diikuti oleh pengurus LKM dan juga seluruh mahasiswa FITK. Acara tersebut tentunya dihadiri oleh ibu Prof. Dr. Hj. Sri Sumarni, M.Pd. selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, bapak Dr. Imam Machali, S.Pd.I., M.Pd. selaku Wakil Dekan 3 bidang kemahasiswaan, dan juga menghadirkan beberapa pemateri yang berkompeten dibidangnya.

Acara Grand Opening Dema Fitk Dan Kuliah Umum dengan mengambil tema “ Lika-Liku Jalan Pendidikan Indonesia” tersebut dilaksanakan secara hybrid, yaiu melalui online dan offline. Peserta yang hadir secara online mengikuti melalui Platform Zoom Meeting. Sedangkan peserta yang hadir secara offline mengikuti kuliah umum di Convetion Hall Lt.1

Adapun susunan acaranya yaitu:

  1. Acara pertama, Pembukaan
  2. Acara yang kedua, Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an
  3. Acara yang ketiga, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne UIN Sunan Kalijaga
  4. Acara yang keempat, sambutan-sambutan
  5. Opening Speech
  6. Penayangan Video Profil Dema FITK
  7. Studium General atau Kuliah Umum
  8. Acara yang terakhir yakni penutup dan Do’a

Kegiatan Grand Opening Dema FITK Dan Kuliah Umum tersebut bertujuan mensosialisasikan profile DEMA FITK dengan menampilkan dalam bentuk video profile. Selain itu acara tersebut juga di isi dengan kuliah umum, yang mana bertujuan sebagai salah satu sarana bagi mahasiswa FITK untuk dapat mengetahui lika-liku pendidikan dari era pra-kemerdekaan sampai era globalisasi yang terjadi di Indonesia.

Adapun pematerinya yaitu:

  1. Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag
  2. Rachmad Resmiyanto, S.Si., M.Sc

Materi yang pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag, secara garis besar ada 5 (lima) materi pokok yang beliau sampaikan yaitu pendidikan pada era society 5.0, hakikat pendidikan pada era disrupsi. Outcome pendidikan pada era digital pasca pandemi, telaah kritis terhadap kebijakan pendidikan dan yang terakhir pendidikan di persimpangan jalan. Beliau menyampaikan bahwa pendidikan di era society 5.0 adalah untuk merespon demikian cepatnya laju industri. Salah satu negara yang menjadi kiblat pendidikan pada era society 5.0 adalah negara jepang. Hal tersebut disebabkan karena tingkat profesionalitas negera Jepang sangat tinggi.

Pada dasarnya hakikat pendidikan pada era disrupsi adalah menjungkir balikkan sistem yang berlaku puluhan bahkan ratusan tahun hingga pada akhirnya terjadi pergantian sistem yang baru dalam keseluruhan sistem pendidikan. Era disrupsi adalah era yang prnuh gangguan, kekacauan yang ditandai dengan perubahan yang sangat cepat. Era disrupsi terjadi karna adanya temuan di bidang sains dan teknologi informasi, kesehatan, pertanian, industri bahkan pada bidang pendidikan. Hal tersebut memberi dampak yang cukup signifikan pada masing-masing bidang. Misalnya dalam bidang pendidikan adalah seorang guru yang tidak bisa mengembangkan diri karena tuntutan zaman, maka akan tergantikan oleh berbagai media dan sumber belajar berbasis teknologi atau digital.

Dengan demikian sebagai tenaga pendidik harus bisa mengembangkan dan menyesuaikan diri dengan adanya perkembangan zaman yang terus berjalan. Selain itu sebagai dosen maupun mahasiswa yang memiliki latar belakang atau berbasis pendidikan dan keguruan, maka yang perlu diutamakan adalah pendidikan karakter. Dosen memiliki tanggung jawab untuk meng-konstruk, membentuk mahasiswa yang bisa mendidik, bukan sekedar mengajarkan materi pembelajaran. Jika hal tersebut dapat berjalan dengan baik maka mahasiswa sebagai calon pendidik tidak akan tergantikan dengan adanya teknologi di era globalisasi.

Materi yang kedua disampaikan oleh Rachmad Resmiyanto, S.Si., M.Sc. Beliau menyampaikan 3 (tiga) pokok pembahasan yaitu : paradigma integrasi-interkoneksi sains dan agama dalam pendidikan, implementasi paradigma integrasi-interkoneksi sains dan agama dalam pembelajaran dan yang terakhir urgensifitas mahasiswa dalam integrasi-interkoneksi sains dan agama dalam pendidikan. Berangkat dari pertanyaan mendasar, “paragdigma integrasi-interkoneksi masuk dalam paradigma keilmuan atau pembelajaran?”, lalu beliau menjekaskan bahwa paradigma integrasi-interkoneksi ada dua ruang besar yaitu ruang ilmu sains dan ruang ilmu agama. Dengan demikian paradigma integrasi-interkoneksi yang dimaksud adalah masuk dalam cakupan dua paradigma sekaligus, paradigma keilmuan masuk dalam pembahasan ruang ilmu sains, begitu pula paradigma pembelajaran masuk dalam aktivitas dalam kelas yang mana berkaitan dengan ruang ilmu agama.

Berdasarkan beberapa penelitian di lapangan penerapan integrasi-interkoneksi dipahami dan digunakan sebagai paradigma pembelajaran, akan tetapi penerapannya belum berjalan secara maksimal. Paradigma merupakan seperangkat asumsi, konsep, nilai dan praktik yang membentuk cara memandang realitas bagi komunitas yang menganutnya, terutama dalam disiplin intelektual. Paradigma dalam ranah politik dikenal sebagai ideologi, dalam ranah fiqih dipahami sebagai usul fiqih. Paradigma integrasi-interkoneksi bisa diterapkan dalam sains apabila dalam sains terdapat krisis internal pada disiplin ilmu tersebut.

Pemateri menjelaskan skema mengenai integrasi-interkoneksi dengan lebih mudah yaitu karena inti Al-Qur’an dan Sunnah adalah tauhid, kemudian lapisan selanjutnya ada iman, Islam dan ikhsan (aqidah, ibadah dan ahlak), lapisan yang terakhir adalah ilmu kealaman. Dengan demikian jiwanya adalah tauhid yang bisa mempengeruhi raganya baik dari segi aqidah, ibadah, maupun akhlak sehingga dapat mempengaruhi bidang ilmu kealaman.

Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dengan jumlah peserta sekitar lebih dari 90 orang, terlihat para peserta antusias dengan memberikan pertanyaan – pertanyaan yang luar biasa kepada para pemateri. Acara Grand Opening Dema FITK Dan Kuliah Umum dengan mengambil tema “ Lika-Liku Jalan Pendidikan Indonesia” ditutup dengan doa dan Dokumentasi. Semoga dengan diadakan kegiatan tersebut dapat menghasilkan dampak positif untuk Mahasiswa FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Berita Terpopuler