PRESS RELEASE DEMA FITK 2022

PRESS RELEASE:
DEMA FITK: BERGERAK BERSAMA, DEMA RUMAH KITA
SINERGITAS MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN SAINTEK-NON SAINTEK
Persoalan pelik yang dihadapi mahasiswa FITK dari tahun ke tahun ialah adaptasi budaya akademik. Dalam hal ini ialah aktualisasi dari core value UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yakni Integrasi-Interkoneksi. Nilai tersebut mestinya dapat terwujud setelah dua tahun lamanya program-program studi pendidikan saintek dipindahalihkan dari Fakultas Sains dan Teknologi menuju Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Setidaknya terdapat 4 prodi yang telah dialihkan menuju FITK yakni Pendidikan Matematika, Pendidikan Fisika, Pendidikan Biologi, dan Pendidikan Kimia. Keempat program studi tersebut mau tidak mau mesti memulai beradaptasi dengan 5 program studi yang sebelumnya telah ada di FITK yakni Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah.
Total kesembilan prodi yang telah disebutkan di atas kemudian menjadi satu naungan di bawah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Perpindahan tersebut tentu tidak mudah dan berjalan lancar. Banyak muncul stigma-stigma dualisme di dunia kemahasiswaan khususnya di FITK. Tak jarang kemudian muncul isu “menga-anak tirikan” di kalangan mahasiswa program studi pendidikan saintek. Isu yang berkembang di mahasiswa FITK sendiri diakibatkan para mahasiswa program studi pendidikan non saintek merasa superior dibandingkan mahasiswa program studi pendidikan saintek. Selayaknya superioritas berlangsung, maka dari tahun ke tahun, mahasiswa program studi pendidikan saintek kurang mendapat perlakuan yang adil dan tepat khususnya di DEMA FITK itu sendiri. Selama berlangusungnya periode DEMA FITK, mahasiswa pendidikan saintek belum pernah menjabat posisi strategis menempati sebagai ketua ataupun wakil ketua di jajaran DEMA FITK.
Melihat persoalan tersebut, Partai Rakyat Merdeka atau PRM kemudian berpandangan bahwa mesti ada perpaduan yang ideal dalam kepemimpinan DEMA FITK 2021-2022. Dengan mengusung delegasi yang ideal, maka kemudian mahasiswa mampu merasa terwakili, sehingga DEMA FITK dapat benar-benar dijadikan sebagai representatif mahasiswa FITK seutuhnya. Adapun delegasi yang kemudian dikirim untuk mengemban amanah tersebut ialah sahabat Abdul Afwu Godly Prayitno dan sahabati Pretty Oktianti Menur Kusuma Putri. Kedua kandidat atau pasangan calon 01 tersebut merupakan representatif mahasiswa FITK yang kemudian dapat memimpin dari segala lini baik pendidikan saintek ataupun non-saintek.
Momentum PEMILWA saat ini harus dimanfaatkan oleh masyarakat FITK untuk melakukan gebrakan dan pembaharuan menuju yang lebih baik. Setiap mahasiswa aktif memiliki hak suara untuk digunakan dalam PEMILWA nantinya. Menjadi Golput adalah sebuah kerugian terbesar bagi mahasiswa untuk bisa berkontribusi aktif membawa perubahan besar. Sebuah perubahan besar bermula dari tindakan kecil, memilih adalah tindakan kecil yang membawa dampak besar di kemudian hari. Gunakan pilihanmu! Say NO to GOLPUT!! Saatnya prodi pendidikan sainten dan non saintek bersatu.
MENGUSUNG 4 NILAI UNTUK DEMA YANG BERINTEGRITAS
Bermula dari keresahan bersama dan keinginan untuk memperbaiki fungsi dan tujuan perguruan tinggi kembali, kader dari Partai Rakyat Merdeka, mengusung Visi untuk DEMA FITK kedepannya adalah :
“MEMBANGUN DAN MEREALISASIKAN DEMA-FITK UINSK SEBAGAI GERBONG MAHASISWA YANG ADAPTIF, INOVATIF, INFORMATIF, DAN FUTURISTIS DEMI MENUJU FITK YANG BERINTEGRITAS.”
Berangkat dari Visi calon ketua dan wakil ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut, nilai yang sebenarnya dibawa dalam kepengurusan DEMA FITK Periode 2022-2023ialah :
- Adaptif
Adaptif ini merupakan reaslisasi dari peran mahasiswa yaitu mudah menyesuaikan diri dengan keadaan atau lingkungan kampus. Sesuai dengan kebijakan kampus yang dibawah payung Gerakan Merdeka Belajar yang telah disampaikan Bapak WD III Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan ketika sambutan dalam Kampanye Monologis pada 18 Desember 2021 lalu. Setiap kampus memiliki karakteristik berbeda dan harus merumuskan versi “Kampus Merdeka”-nya sendiri. Dengan memanfaatkan ruang otonom yang lebih luas dan fleksibel sebagai konsekuensi kehadiran permasalahan kampus yang ada. Salah satu caranya, membangun kolaborasi interdisipliner keilmuan, baik di dalam maupun di luar kampus. Untuk kepentingan itu pula, kita harus bisa menihilkan dinding pembatas di antara rumpun-rumpun keilmuan yang ada.
2. Inovatif
Kampus inovatif pada dasarnya perlu untuk mengacu pada pengembangan mahasiswa yang harus dilakukan dengan optimal. Salah satu kebijakan yang perlu untuk di terapkan pada pengembangan kampus yang inovatif adalah pada penyediaan fasilitas keilmuan. Dengan mewadahi dan mewujudkan dengan program kerja yang diusung, baik Dema Mengabdi, Share and Care, Gebyar Tarbiyah, Pekan Raya Mahasiswa dan College Student Award.
3. Informatif
Tujuan dari informatif disini adalah untuk memberikan mahasiswa FITK informasi - informasi baik akademik, maupun terkait kemahasiswaan lainnya untuk menjalin keterbukaan dan transparansi dalam segala aspek.
4. Futuristis
Dewan Eksekutif Mahasiswa FITK didesain untuk tertuju dan terfokus dalam 1 tujuan, yaitu dema rumah kita, sesuai tagline kita. Maksud disini adalah, dema FITK mampu menjadi kiblatdari para DEMA - DEMA lainnya yang ada di berbagai fakultas lainnya. Hal demikian diwujudkan dengan realisasi program - program kerja kami kedepannya untuk memperkokoh DEMA selanjutnya.
#BersamaKitaBisa
#DemaRumahKita