DEMA FITK Adakan Diskusi Rutin Serambi Bahasa

Pada hari Sabtu, 05 Juni 2021 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan DEMA FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, kembali menggelar diskusi bahasa. Kegiatan tersebut dijadwalkan setiap hari sabtu secara virtual melalui google meet. Kegiatan ini terbuka bagi semua kalangan. Pada kesempatan kali ini diskusi Serambi Bahasa (SERASA), dipimpin langsung oleh kepala Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yakni Toha Harun Arrasyid sebagai narasumber, dan dimoderatori oleh Alya Putri Dewi Anjani dari Departemen Kajian Aksi Strategis.

Diskusi rutin SERASA ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman bahasa Inggris maupun bahasa Arab bagi mahasiswa FITK, yang notabene sebagai calon pendidik. Seperti yang diungkapkan oleh Toha Harun Arrasyid, “Penguasaan bahasa sudah menjadi kebutuhan bagi mahasiswa, terlebih bagi mahasiswa pendidikan yang akan banyak bergelut dengan referensi keilmuan yang tentunya bukan hanya dari bahasa Indonesia saja”.

Pertemuan kali ini membahas tentang bahasa Arab dari ilmu Shorof yaitu Fiil Tsulastsi Mujarrad dan Tsulatsi Majid. Terdapat banyak partisipan aktif dari berbagai kalangan yang setia mengikuti rutinan kelas bahasa tersebut, baik dari mahasiswa FITK maupun dari kalangan umum. Diskusi ini diagendakan dengan muatan materi bahasa secara bergantian, sehingga peserta diharapakan juga mampu menguasai 2 (dua) bahasa besar di dunia yakni bahasa Inggris dan bahasa Arab.

Meskipun diskusi bahasa diinisiasi oleh pengurus Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, tetapi diskusi tersebut juga terbuka melibatkan narasumber lain, yang memiliki kompetensi bahasa yang tidak diragukan lagi kemampuannya. Hal tersebut sejalan dengan yang disampaikan oleh M. Lubab Rofiul Ula selaku ketua DEMA FITK, “DEMA sebagai organisasi mahasiswa sudah sepatutnya menjadi bagian bagi setiap mahasiswa di lingkungan FITK, sehingga DEMA juga membuka sebagai wadah proses bagi semua. Hal ini dapat dimanfaatkan dengan cara selalu melibatkan diri dan aktif menyampaikan aspirasi, demi kebaikan dan kemajuan DEMA kedepan”.

Diakhir acara moderator berpesan kepada seluruh peserta, agar tetap mengikuti kegiatan diskusi bahasa pada setiap pertemuan, karena materi bahasa disampaikan secara sistematis menggunakan kurikulum yang disusun oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayan. Selain itu ia juga mengingatkan bahwa kegiatan ini juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang positif untuk mengisi akhir pekan.

Kartika Nur Cahyanti

Staff Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

DEMA FITK UIN SUKA