Dari PSBB Sampai PPKM, Kita Bisa Apa?
PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) adalah langkah pemerintah dalam menanggulangi penyebaran Corona Virus 19 (Covid-19) yang banyak merebak di Indonesia dan menimbulkan banyak korban. PSBB pernah diberlakukan di Indonesia selama beberapa minggu di tahun 2020 dan begitu pula PPKM yang sedang diberlakukan sekarang karena kasus Covid-19 yang meningkat.
Perbedaan dari 2 sistem ini adalah pada masa PSBB, rakyat benar-benar dituntut untuk tidak beraktifitas diluar rumah dan pemerintah menyediakan batuan berupa bahan makanan pokok bagi beberapa rakyat yang membutuhkan. Sedangkan PPKM rakyat masih bisa beraktifitas keluar dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan pemerintah sudah tidak menyediakan bantuan makanan pokok.
Meskipun sedikit berbeda dari sisi sistemnya, PSBB dan PPKM memberikan dampak yang sama. Dibidang ekonomi, banyak masyarakat kecil yang semakin kesusahan mendapat penghasilan disaat PSBB maupun PPKM berlangsung. Hal ini dikarenakan menurunnya minat pembeli, penutupan beberapa sektor ekonomi. Bahkan kita masih belum bangkit. Mengingat pasca PSBB, pegawai banyak yang dirumahkan, karena perusahaan mengalami banyak kerugian. Dibidang pendidikan, pengajar, murid, dosen dan mahasiswa serta lembaga pendidikan lain, harus melaksanakan pembelajaran dengan segala keterbatasannya.
Sebaliknya dibidang kesehatan. PSBB dan PPKM ini sedikit membantu. Kurangnya interaksi antar orang diluar rumah, mengurangi kemungkinan penyebaran covid yang semakin luas. PSBB dan PPKM juga melindungi para lansia dan anak-anak yang notabene memiliki daya imun yang lebih rentan dibanding usia produktif dari paparan virus. Tenaga kesehatan juga menjadi terbantu karena masyarakat menerapkan isolasi mandiri ketika merasakan gejala Covid ataupun berada di daerah yang rawan akan paparan covid. Masyarakat juga menjadi lebih peduli terhadap kesehatannya. Namun tidak semuanya, ternyata kurva penyebaran Covid tetap melonjak dibeberapa daerah di nusantara.
Tetapi apakah kita akan terus begini? Melihat realitas masyarakat kecil yang juga membutuhkan biaya untuk makan dan bertahan hidup, dan mereka yang bergantung dengan kebutuhan hidup diluar rumah. Demikianpula dengan pndidikan, apakah harus terus mengalah padahal budi pekerti maupun karakter, ilmu pengetahuan, dan pengalaman harus tetap ditularkan agar generasi muda siap membangun masa depan bangsa dan negara? karena ketidak efektifan proses belajar ditengah pandemi. Selanjutnya apakah tenaga kesehatan juga harus selalu menanggung beban berat pekerjaan, karena jumlah pasien yang terus meningkat?
Semoga pandemi ini segera usai dan pemerintah bisa mengambil kebijakan yang semakin baik kedepannya dalam menghadapi situasi ini. Semoga pemerintah selalu melindungi rakyat kecil, terus memperhatikan kesejahteraan masyarakat, dan tetap terus mengembangkan kecerdasan kehidupan bangsa.
Alya Putri Anjani
(Staf Dep. Kastrat)